Data Untuk Terupdate Jemaah Haji Indonesia 2024 Saat Meninggal di Tanah Suci

Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci kembali bertambah. Hingga hari ke-34 operasional haji 1445 H atau Jumat, 14 Juni 2024, jumlah jemaah haji yang wafat bertambah menjadi 118 orang.

Angka ini menurut data Metode Informasi

dan Digital Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian https://www.chance-encounter.org/ Agama (Kemenag) yang dikutip pada Sabtu (15/6/2024) pukul 16.00 WIB atau 12.00 WAS.

Adapun 118 jemaah haji Indonesia tersebut meninggal dunia dikala berada di empat kawasan Arab Saudi, adalah Madinah, Jeddah, Makkah, dan Arafah. Diketahui, sejak Jumat kemarin, seluruh jemaah haji secara bertahap digeser ke Arafah untuk mengerjakan wukuf.

Kasus kematian ini masih didominasi jemaah haji lanjut umur (lansia). Jemaah tertua yang meninggal dunia di Tanah Suci berusia 88 tahun. Sementara jemaah termuda berusia 31 tahun.

Hampir seluruh jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci ini juga termasuk dalam kategori kesehatan risiko tinggi (risti). Tercatat hanya ada 10 jemaah yang tidak termasuk risti.

Padahal seperti itu, tren kasus kematian pada jemaah haji Indonesia di Tanah Suci menurun jikalau diperbandingkan dengan tahun lalu. Karena ini kelihatan dari tabel perbandingan kasus kematian dari tahun ke tahun yang ditampilkan di situs Siskohat Kemenag.

Perbandingan sampai hari ke-34 operasional haji, tahun lalu jemaah yang meninggal di Tanah Suci menempuh 169 orang. Sementara pada periode yang sama di 2024, jemaah haji meninggal dunia berjumlah 118 orang.

Upaya Pemerintah
Pemerintah Indonesia via Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya menekan jumlah jemaah yang meninggal di Tanah Suci pada dikala mengerjakan rangkaian ibadah haji.

Pemerintah malahan mengharuskan para calon haji melengkapi diri dengan surat keterangan sehat sebelum pelunasan biaya haji dilakukan.

Minggu menurut evaluasi tahun lalu, sempurna jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci menempuh 773 orang. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia memberangkatkan jemaah haji.

Adapun elemen utama kasus kematian ini adalah, tingginya presentase jemaah haji asal Indonesia yang adalah lansia, ditambah cuaca di Tanah Suci yang juga terik.

“Tahun ini kita evaluasi dengan DPR RI, kemudian pemerintah mengerjakan langkah-langkah agar jamaah yang meninggal bisa berkurang. Salah satunya dengan mensyaratkan isthithoah atau surat keterangan kesehatan sebelum pelunasan,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, (12/5/2024).

×

Hello!

انقر فوق أحد ممثلينا أدناه للدردشة على WhatsApp أو إرسال بريد إلكتروني إلينا sponsorad44@gmail.com

×